Resensi Buku

judul :ANALISA STUKTUR VERTEBRATA JILID 2

Penggarang : Tatang Djuhanda

Penerbit Buku : Armiko Bandung

Cetakan : Febuari , 1984

Tebal Buku : 290 halaman

             Di dalam jilid 2, pendekatan lazim dari sistem organ digunakan untuk memperkenalkan stuktur umum dari klas dan sub klas Vertebrata dan pengenalan stuktur yang nyata untuk evolusi stuktur nenek moyang Vertebrata. buku ini menyajikan marfologi vertebrata sebagai disiplin ilmu. Transformasi dari sirip kaki,dari tulang rahang ke tulang telinga dalam, dari arteri brankhialis ke sirkulasi karotid, contohnya seperti pada halaman 196 pada Gb . 14-10. JALUR KHUSUS DIVISIO SIMPATETIS  SISTEM SYARAF OTONOM DARI AMNIOTA. divisio SIMPATETIS sistem syaraf dikatakan mempunyai pelepasan torakolumbar, karena istilah ini menyatakan batasan, pada mana serabut-serabutnya menyusup dari  sistem syaraf pusat ke dalam syaraf spinal.serabut-serabut preganglion adalah relatif pendek. mereka mencapai ganglia simpatetis dengan melalui rami visceral dari syaraf-syaraf spinal (atau bagian putih penghubung – lihat gambar14-10 dibawah ini)

ganglia

             serabut preganglion dapat bersipnasis dengan serabut postganglion di dalam ganglion rantai dekat pada rambut ke luarnya dari syaraf spinal, atau dapat berjalan melalui ganglion tersebut ke ganglion rantai pada pinggir lain dari tubuh, ganglion rantai pada batasan lain pada tajuk, atau ganglion servikalis atau subvertebratalis

image_thumb38

Gb . 14 – 11 DIAGRAM SISTEM SYARAF OTONOM MAMALIA

Divisio parasimpatetis sistem syaraf mengeluarkan gerak-balas sederhana yang berpadanan, aktivitas vegetatif seperti pencernaan dan pengaturan batas-batas istirahat kadar gula dalam darah.

kriteria yang  diatas ini barangkali sudah cukup untuk kebanyakan AMNIOTA, walaupun sistem otonom sudah dikenal hanya dalam mamalia saja. sistem ini sudah terlambat untuk dikembangkan. AMPHIOXUS mempunyai serabut-serabut motoris visceral yang berjalan dari setiap syaraf spinalis ke usus, tetapi disitu tidak ada ganglia di luar viscera. CYCLOSTOMATA mempunyai serabut-serabut otonom di dalam syaraf vagus, tetapi selain daripada itu sistemnya adalah rudimenter. ELASMOBRANCHI mengirimkan serabut-serabut motoris visceral ke pembuluh-pembuluh seperti usus, dan mempunyai beberapa ganglia otonom halus dibawa tajuk.
Kajian tentang hormon: Mengetahui berbagai jenis hormon, mekanisme kerja hormon, sumbu hipotalamus-hipofisis, kelenjar pembentuk hormon, assay hormon. MSH: Macam-macam sel efektor warna (kromatofor) dan sifat pigmentasi, perubahan warna secara fisiologis dan morfologis, fungsi terintegrasi kromatofor terhadap perubahan warna dan regulasinya.Hormon Tiroid dan Paratiroid: Struktur mikroskopis kelenjar tiroid dan perubahan-perubahannya, struktur kimia hormon tiroid dan produksi hormon tiroid, keterkaitan hormon tiroid dengan hormon lainnya, memahami efek fisiologis hormon tiroid terhadap mekanisme tubuh, struktur dan lokasi kelenjar paratiroid, mekanisme kerja hormon paratiroid, kalsitonin dan kolikalsiferol, peranan hormon paratiroid, kalsitonin dan kalsiferol terhadap metabolisme ion dan regulasi metabolisme tulang dan komponen-komponen organik, keterkaitan antara hormon paratiroid, kalsitonin dan kolikalsiferol. Kelenjar Pankreas: Struktur anatomi kelenjar pankreas sebagai penghasil kelenjar insulin dan glukagon, struktur kimia hormon insulin dan mekanisme pembentukannya, struktur kimia hormon glukagon dan mekanisme pembentukannya, pengaruh insulin terhadap aktivitas fisiologis, hubungan antara glukagon, insulin dan pengaruhnya terhadap aktivitas fisiologis. Medula dan Korteks Adrenal: Struktur anatomi dan lokasi kelenjar medula dan korteks adrenal, menggambarkan struktur medula dan korteks adrenal, menjelaskan metabolisme hormon katekolamin, menjelaskan aksi katekolamin terhadap berbagai sistem organ dan cairan, menjelaskan manfaat katekolamin, regulasi sekresi adrenokortikal, pengaruh fisiologis steroidogenik adrenal, aksi steroid adrenal. Endokrinologi Testis dan Ovarium: pembentukan seks dan diferensiasi ontogenik, anatomi sistem reproduksi dan fungsi hewan vertebrata, fungsi seks dan organ asesori, embriogenesis gonad, modifikasi perkembangan seks paska genetik, pola perilaku reproduksi. Hormon Gastrointestinal: Macam-macam hormon gastrointestinal dan kelenjarnya, struktur, fungsi dan mekanisme kerja hormon gastrointestinal.

kelebihan buku

bahasa mudah dimengerti dan teksnya tersusun secara matematis

kekurangan buku

banyak kesalahan dalam menulis,tulisan tidak jelas dan gambar kurang jelas atau kurang lengkap

key word/kata kunci

saraf ganglion mamalia dan vertebrata,hormon,saraf simpatis dan parasimpatis

blogs.uny.ac.id

 

 

 

 

 

 

Iklan